PERPUSKITA PARUNGPANJANG BOGOR Modal 10 Buku Berhasil Nyalakan Literasi

PERPUSKITA PARUNGPANJANG BOGOR Modal 10 Buku Berhasil Nyalakan Literasi

AU-AH.com  Bukan hal aneh jika diluar waktu kegiatan kuliah sejumlah mahasiswa berkumpul dan berbincang banyak hal. Kegiatan melepas penat dari segudang rutinitas study dan tugas kampus bisa dengan cukup melakukan obrolan lepas, canda dan tawa bersama teman nongkrong di warung emperan jalan.

Tak terkecuali sejumlah pemuda di daerah Parungpanjang, Bogor Barat. Namun ternyata baik kegiatan berkuliah maupun nongkrong bersama itu juga bisa mengalami kebosanan.

Dari sekian kali ngobrol ngopi di dekat bundaran Venezia, jalan perumahan Sentra Land Parungpanjang Bogor itu akhirnya pada suatu tengah malam merasakan kegelisahan terhadap masalah lingkungan sosial kemasyarakatan mereka.

Menjadi topik utama obrolan para jejaka Bogor itu tentang kurangnya ketersediaan fasilitas dalam dunia Pendidikan di wilayah tempat mereka tinggal. Ada kesenjangan yang cukup jelas antara sekolah dengan fasilitas mentereng dengan rumah belajar yang hampir menyerupai bedeng (saung).

Gelisah Berfaedah

Melalui kegelisahan itu, ternyata bukan hanya menjadi obrolan tengah malam berisi keluhan bahkan menyalahkan sejumlah pihak. Ada keinginan perbaikan sekaligus solusi sederhana yang mungkin mereka bisa lakukan. Komunitas literasi adalah caranya. Dikatakan sederhana karena memang komunitas yang baru dirintis itu sama sekali belum memiliki fasilitas pendukung, seperti koleksi buku salah satunya.

Gagasan dan idealisme itu tidak padam. Sejumlah anak muda Parungpanjang ini tetap bergerak, pun dimulai dari nol. Dua langkah sederhana dilakukan dalam mewujudkan gagasan cemerlang tengah malam itu. Pertama, mengumpulkan sejumlah buku koleksi pribadi para teman-teman tongkrongan. Kedua, menggelar sejumlah koleksi buku itu dengan alas seadanya di sejumlah titik pinggir jalan Parung Panjang, Bogor Barat.

Nama komunitaspun dimusyawarahkan dengan ala kadarnya. Tercetuslah nama Perpuskita Parungpanjang, sebuah nama komunitas literasi yang dibangun atas dasar kebersamaan nongkrong pada lokasi dan semangat berliterasi. Tentu sejumlah harapan untuk terus merajut kebersamaan menjadi tujuan dari disepakatinya nama itu.

Lapak Baca Buku

Tepatnya tanggal 28 Mei 2017 kali pertama para pemuda Parungpanjang Bogor Barat ini menggelar lapak membaca buku dengan nama Perpuskita Parungpanjang. Tak meriah dan mewah memang namun demikian mengejutkan sekaligus kagum akan keseriusan sejumlah anak muda ini. Bukan tanpa alasan, dari koleksi buku pribadi yang terkumpul dan pertama digelar tak lebih hanya sepuluh buku!

Gagasan tengah malam itu berwujud aksi nyata memang terbilang pelan, tapi konsistensi yang membuatnya semakin bernilai. Dari semula koleksi buku yang jumlahnya tak lebih dari hitungan jari itu kini Perpuskita Parungpanjang koleksi bukunya sudah mencapai kurang lebih 600 eksemplar.

Diakui bahwa sepanjang tiga tahun lebih ke belakang, banyak teman-teman dari pemuda lain yang merespon baik kehadiran komunitas literasi ini dengan segala kegiatannya. Selain berkunjung sebagai relawan, dan menghadiri event yang tengah digelar, mereka juga turut berdonasi buku bacaan sebagai bentuk dukungan terhadap Perpuskita Parungpanjang.

Meski begitu teman-teman pengurus Perpuskita Parungpanjang juga melakukan penambahan jumlah koleksi buku bacaan melalui pembelian secara sukarela dari kantong keanggotaan pribadi. Pengajuan proposal ke sejumlah intansi dan usaha penerbitan buku juga pernah dilakukan meskipun belum ada satupun yang berhasil ditanggapi sampai saat ini.

Bersama dalam Berkegiatan

Yang tak kalah menarik dari Perpuskita Parungpanjang adalah sekumpulan anak muda Bogor ini sengaja tidak membentuk struktur kepengurusan. Saat ditanya tim AU-AH.COM terkait hal itu, sejumlah pengurus Perpuskita Parungpanjang kompak satu suara memberikan alasan bahwa itu merupakan wujud nyata komitmen mereka yang berangkat dari makna nama Perpuskita.

Perpuskita Parungpanjang memang hadir untuk semua orang, siapapun dan tanpa jabatan apapun bisa bebas terlibat berkegiatan dan menjadi bagian dari komunitas kami ini.

Romi, Pegiat Perpuskita Parungpanjang

Meski demikian bukan berarti Perpuskita Parungpanjang tidak memiliki kegiatan maupun program literasi yang rutin berjangka digelar. Diantara kegiatan literasi yang dijalankan oleh teman-teman Perpuskita Parungpanjang selama ini yaitu bermain dan belajar bersama setiap harinya, termasuk membaca buku dan bercerita, menerbitkan majalah Zine Perpulistiwa per-tri wulan, menggandeng teman-teman muda dari mana saja yang memiliki perhatian terhadap literasi, serta berdikusi banyak hal.

Adapun event literasi yang sejauh ini rutin terselenggara yaitu Reading Zine. Adalah suatu pameran yang digelar setiap enam bulan sekali dengan beberapa rangkaian acara yang menghadirkan panggung pertunjukan bagi para pengurus Perpuskita Parungpanjang. Disana mereka membacakan karya-karya para penulis yang dimuat di majalah Zein Perpulistiwa.

Selain membacakan karya-karya yang dimuat, momen berdiskusi pun digelar. Tema diskusi yang diangkat juga tak jauh dari sejumlah topik tulisan yang ada pada setiap edisi majalah Zein Perpulistiwa. Tersedia juga dalam event tersebut booth penjualan majalah Zein Perpulistiwa tercetak edisi terbaru dan sejumlah merchandise. Pertunjukan seni musik, teatrikal dan lain-lain pun turut mewarnai event literasi sehari-semalam itu.

Gabung Keanggotaan

Saat ini Perpuskita Parungpanjang memiliki basecamp yang beralamat di Kp. Sukamanah RT.02/01 Desa Kabasarin Kec. Parungpanjang Kab. Bogor 16360. Tapi jangan dibayangkan bahwa fasilitas mereka berupa bangunan beton bertingkat lengkap dengan alat pendingin ruangan dan sejumlah perangkat literasi yang mewah. Yang pasti Perpuskita Parungpanjang berlokasi bukan didalam komplek perumahan, melainkan terletak ditengah perkampungan yang berada diluar batas perumahan.

Meski begitu, kegiatan menggelar lapak baca buku gratis tetap dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu sore. Sekalipun memang untuk beberapa waktu ini meeka sering berpindah-pindah lokasi. Alasannya karena lahan kosong di perumahan yang biasa menjadi objek lapak mereka sudah banyak digunakan untuk lahan usaha hiburan anak-anak.

Saat dikonfirmasi soal bagaimana persyaratan bergabung dengan komunitas literasi ini, teman-teman pengurus Perpuskita Parungpanjang menjawab bahwa memang tidak ada persyaratan khusus. Yang ada hanya siapapun bisa datang ke lokasi dan bebas bergabung mengikuti kegiatan apapun.

Di Perpuskita Parungpanjang semua orang bisa terlibat dan bebas ambil peran. Kalau kebetulan kamu tinggal berdekatan atau sedang dalam perjalawanan, tak ada salahnya Nongkrong dulu di komunitas literasi yang anak-anak mudanya bararageur ini.

Kamu bisa mengintip sejumlah foto keseruan anak-anak dan teman-teman pengurus Perpuskita Parungpanjang berkegiatan literasi di akun resmi Intagram mereka di @perpuskita_parungpanjang


instagram.com/perpuskitaparungpanjang
AU-AH sekalipun cuma modal 10 buku dan menggelarnya di lapak emperan, demi kebermanfatan lanjut terus!
Lihat @perpuskita_parungpanjang
Itu bisa tumbuh dan berkembang sampai sekarang!
101 Views
The following two tabs change content below.
Ocid Quro
Juru Kompor di AU-AH.COM | Suka asal bepergian dengan sepeda atau baca buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Balik!